Longitudinal Strength

Longitudinal strength atau kekuatan memanjang adalah perhitungan kekuatan kapal secara memanjang kapal untuk menopang beban muatan dan beban kapal itu sendiri ketika berlayar pada kondisi air tenang maupun bergelombang. Longitudinal strength menjadi salah satu persyaratan klasifikasi (class) untuk kapal-kapal dengan panjang lebih dari 65 m. Perhitungan ini tergantung pada ukuran kapal dan scantling (ukuran profil dan plat) yang digunakan di kapal. Scantling inilah yang selanjutnya dihitung inersianya untuk mendapatkan besarnya tegangan dan momen yang dialami kapal karena beban muatan dan gelombang.

Langkah-langkah perhitungan longitudinal strength ini adalah sebagai berikut, pertama kali adalah perhitungan beban kapal yang dibagi menjadi beberapa section / frame. Selanjutnya perhitungan beban muatan yang dibagi juga menjadi beberapa section / frame. Kedua beban ini selanjutnya bisa dijumlahkan untuk mendapatkan data beban kapal dan muatan. Sebagai reaksi dari beban tersebut adalah daya apung kapal (bouyancy) yang bekerja pada lambung kapal dengan arah yang berlawanan dengan beban kapal dan muatan. Perhitungan bouyancy ini dibagi juga menjadi beberapa section / frame sehingga bisa dioperasikan dengan beban kapal dan muatan. Dari kedua gaya tersebut, beban dan bouyancy, keduanya saling mengurangi sehingga didapatkan suatu nilai hasil pengurangan keduanya.

Berbekal data hasil pengurangan tersebut, selanjutnya bisa dihitung besarnya tegangan dan momen yang bekerja pada tiap-tiap section dari ujung belakang kapal sampai ujung depan kapal. Terlepas dari tegangan dan momen tersebut, perhitungan lain yang perlu dilakukan adalah perhitungan modulus dan inersia kapal. Inersia ini bisa diartikan sebagai kekakuan kapal. Besarnya inersia ini kita hitung berdasarkan penampang melintang pada scantling section / frame yang akan kita analisa.

Klasifikasi (class) dalam hal ini Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) mensyaratkan 3 poin kriteria yang harus dipenuhi  dari perhitungan longitudinal strength ini, antara lain:
1. Longitudinal stress (tegangan) yang diijinkan
2. Minimum modulus yang diijinkan
3. Minimum inersia yang diijinkan

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Tim Desain Kapal. Please feel free to contact us.

email: desain_kapal@yahoo.com

Posted in product | Tagged , , , , , , , , | 2 Comments

Aktif Kembali

Setelah beberapa bulan sempat vacum, Desain Kapal kembali aktif via blog dan email. Let’s design the most beautiful boat !!!

Salam Desain Kapal.

Posted in announcement | 4 Comments

PPC (Production Planning and Control)

Dalam proses produksi pembangunan kapal, desain kapal adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebagai acuan seperti apa kapal yang akan dibangun. Tujuan utama dari desain adalah untuk meminimalkan kesalahan selama proses produksi dan meminimalkan kerugian akibat kesalahan-kesalahan tersebut. Terlepas dari sisi desain kapal, perencanaan strategi pembangunan kapal juga sangat penting, karena berpengaruh pada waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi pembangunan kapal. Semakin cepat kapal dibangun maka akan sedikit biaya-biaya overhead yang timbul, dan sebaliknya semakin lama keterlambatan suatu kapal dibangun maka akan semakin besar pula biaya yang dibutuhkan.

PPC (Production Planning and Control) adalah perencanaan proses produksi berdasarkan jadwal (schedule) yang dibuat sebagai strategi pembangunan kapal dan diikuti pengawasan selama proses produksi. Dalam penyusunan strategi pembangunan kapal, perlu disusun suatu jadwal pekerjaan sesuai urut-urutan pekerjaan (sequence), dari pekerjaan yang harus didahulukan dan berpengaruh pada pekerjaan lain, sampai pada pekerjaan-pekerjaan yang memiliki ketergantungan pada pekerjaan lain yang telah didahulukan. Urutan pekerjaan (sequence) yang baik akan menghasilkan proses produksi yang baik dan membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat.

Dalam penyusunan urutan pekerjaan (sequence) dikenal istilah WBS (Work Breakdown Structure), yaitu pendetailan suatu pekerjaan menjadi beberapa sub pekerjaan. Dengan melakukan pendetailan pekerjaan (WBS) maka akan semakin sedikit peluang keterlambatan suatu proyek, karena tiap-tiap pekerjaan yang didetailkan telah diidentifikasi dan dipersiapkan bila ada kemungkinan masalah didalamnya, baik masalah material, man power maupun masalah-masalah lainnya yang bisa menghambat jalannya proyek.

Karena sangat banyaknya pekerjaan yang harus kita susun menjadi sebuah schedule pembangunan kapal, maka kita membutuhkan bantuan dari suatu program yang khusus didesain untuk membuat schedule ini. Beberapa program tersebut antara lain Microsoft Project dan Primavera. Micrososft Project salah satu produk dari Micrososft akan lebih mudah didapatkan dipasaran, biasanya menjadi 1 paket dalam installer Microsoft Office.

PPC 2 PPC 1

Gambar diatas adalah salah satu contoh schedule pembangunan kapal yang pernah dibuat oleh Tim Desain Kapal dengan menggunakan Micrososft Project. Dengan schedule tersebut akan mempermudah kita untuk mengawasi dan mengontrol jalannya proyek. Keterlambatan pada satu poin pekerjaan akan mempengaruhi waktu Delivery yang menjadi Goal pada proyek kita. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Tim Desain Kapal. Please feel free to contact us.

email: desain_kapal@yahoo.com

Posted in product | Leave a comment

Ship Resistance

Ship Resistance (hambatan kapal) adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam proses mendesain suatu kapal. Karena aspek ini berujung pada biaya alias uang. Semakin besar hambatan kapal, maka akan semakin besar pula daya mesin induk (main engine) yang dibutuhkan untuk mendorong kapal. Semakin besar daya mesin induk yang dipakai, tentu saja harga mesin induk sangat mahal, selanjutnya biaya operasional kapal juga sangat mahal karena konsumsi bahan bakarnya juga sangat banyak.

Banyak faktor yang mempengaruhi besarnya hambatan kapal, faktor yang paling menetukan adalah bentuk lambung kapal. Faktor lainnya antara lain tonjolan-tonjolan pada lambung kapal (appendages), kekasaran permukaan lambung kapal dan faktor-faktor lainnya. Bentuk lambung kapal adalah faktor yang memiliki pengaruh terbesar pada hambatan kapal, oleh karena itu desain bentuk lambung harus didesain sebagus mungkin agar memiliki hambatan yang kecil.

Ada beberapa methode yang digunakan untuk menghitung hambatan kapal, diantaranya Holtrop, Savitsky, Latiharju, Planning dan beberapa metode lainnya. Tiap-tiap metode memiliki karakter yang berbeda-beda, biasanya tergantung pada jenis kapal dan lambungnya. Dari perhitungan hambatan ini akan didapatkan juga perkiraan kebutuhan mesin yang digunakan.

SHIP RESISTANCE 1 SHIP RESISTANCE 2 SHIP RESISTANCE 3SHIP RESISTANCE 4

Gambar diatas adalah salah satu hasil perhitungan Ship Resistance yang pernah dikerjakan oleh Tim Desain Kapal. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Tim Desain Kapal. Please feel free to contact us.

email: desain_kapal@yahoo.com

 

Posted in product | Leave a comment

Finite Element Method (FEM) Analysis

Finite Element Method (FEM) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Metode Elemen Hingga adalah salah satu metode yang digunakan untuk menganalisa suatu konstruksi. Metode ini sekarang banyak digunakan pada konstruksi kapal maupun bangunan pantai dan lepas pantai (offshore). Sebenarnya sangat luas cakupan bidang metode ini, tidak terbatas pada konstruksi baja (steel construction) tapi juga pada fluida.

Analisa struktur dengan menggunakan finite element method (fem) / metode elemen hingga memungkinkan untuk mendapatkan penyebaran tegangan pada konstruksi yang dianalisa. Kegagalan suatu konstruksi bisa diketahui dengan menggunakan analisa ini dan dengan tepat pada titik mana kegagalan tersebut ditunjukkan. Sehingga akan lebih mudah bagi perencana untuk melakukan modifikasi konstruksi maupun penguatan pada konstruksi yang diidentifikasi akan terjadi kerusakan / kegagalan konstruksi.

Untuk melakukan analisa dengan menggunakan finite elemen method / metode elemen hingga, sudah banyak software yang diciptakan untuk mempermudah analisa. Beberapa diantaranya MSC Nastran, Ansys, Algor, Solidwork dll. Secara garis besar software-software tersebut memiliki sistem kerja dan tahapan yang sama dalam melakukan analisanya. Diawali dengan pembuatan model, dilanjutkan dengan meshing, penentuan kondisi batas dan pembebanan dan dianalisa.

FINITE ELEMENT METHOD 1FINITE ELEMENT METHOD 2FINITE ELEMENT METHOD 4FINITE ELEMENT METHOD 3

Gambar diatas adalah beberapa konstruksi yang pernah kami analisa dengan menggunakan finite element methode (fem). Konstruksi tersebut adalah konstruksi yang umum ada di kapal, hasil analisa midship section dan hasil analisa pilar. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Tim Desain Kapal. Please feel free to contact us.

email: desain_kapal@yahoo.com

Posted in product | 1 Comment

Stabilitas Kapal

Stabilitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke keadaan / posisinya semula. Jadi stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk bisa tegak kembali ketika mengalami kemiringan ke kanan / kekiri karena ombak maupun beban lainnya. Pada suatu proses desain kapal, stabilitas kapal adalah perhitungan yang mutlak dilakukan untuk mengetahui apakah desain kapal yang dibuat cukup stabil dan aman ketika beroperasi nantinya.

Ada 2 perhitungan stabilitas untuk kapal, yaitu intact stability dan damage stability. Intact stability adalah perhitungan stabilitas kapal utuh (tidak bocor) yang dihitung pada beberapa kondisi tangki untuk tiap-tiap derajat kemiringan kapal. Perhitungan intact stability dilakukan untuk mengetahui kemampuan kapal kembali pada posisi kesetimbangannya setelah mengalami kemiringan. Sedangkan damage stability adalah perhitungan kapal bocor (damage) yang dihitung pada beberapa kondisi untuk tiap-tiap derajat kemiringan. Perhitungan damage stability ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan kapal untuk menahan kebocoran agar tetap stabil ketika lambung kapal rusak / bocor.

Dalam proses perhitungan stabilitas kapal, ada beberapa kriteria yang menjadi persyaratan apakah stabilitas suatu kapal memenuhi atau tidak. Kriteria tersebut secara umum tercantum pada IMO regulation untuk stabilitas. Dan ada juga pada peraturan / rule yang diterbitkan oleh class seperti BKI, DNV, ABS, dll.

SHIP MODELINGTANK ARRANGEMENTRESULT TABLE

Sampai saat ini sudah banyak beredar software untuk menghitung stabilitas kapal. Misalnya Tribon, GHS, Free!Ship, Maxsurf dan lain-lain. Secara garis besar memiliki langkah-langkah yang sama, dimulai dari modeling kapal yang akan dianalisis, perhitungan berat, penerapan beberapa kondisi – kriteria dan selanjutnya melakukan analisis akhir.

Gambar diatas adalah modeling dan hasil analisis akhir perhitungan stabilitas dari Tim Desain Kapal. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Tim Desain Kapal. Please feel free to contact us.

email: desain_kapal@yahoo.com

Posted in product | 6 Comments

Lines Plan

Pada proses desain kapal, lines plan adalah salah satu key plan yang sangat penting. Lines plan adalah gambar rencana bentuk lambung kapal. Gambar ini tersusun dari beberapa garis yang menggambarkan potongan lambung kapal  secara memanjang, melintang dan horizontal. Dalam satu gambar lines plan terdiri dari 3 gambar, yaitu pandangan depan (lines plan), pandangan samping (sheer plan) dan pandangan atas (half breadth plan).

Lines plan merupakan suatu gambar desain kapal yang sangat penting, dimana dari gambar lines plan ini akan sangat berpengaruh terhadap gambar-gambar desain kapal lainnya seperti rencana umum (general arrangement), konstruksi profil (profil construction), konstruksi melintang (midship section), stabilitas (stability calculation) dan gambar-gambar lainnya. Yang lebih penting dari gambar lines plan ini adalah besarnya hambatan yang sangat bergantung pada bentuk lambung kapal. Dengan hambatan kapal yang kecil maka mesin kapal yang dibutuhkan juga akan semakin kecil, hal ini sangat sensitif dengan harga mesin yang akan dibeli serta biaya operasi selama kapal berlayar.

Tim Desain Kapal memiliki keahlian dan pengalaman yang cukup untuk menghasilkan suatu gambar lines plan yang baik. Baik untuk desain kapal bangunan baru maupun untuk kapal-kapal lama (re-drawing), baik re-drawing dari dokumen yang sudah ada (printed document) maupun re-drawing dengan melakukan survey ke kapal jika tidak ada dokumen lines plan sebelumnya.

LINES PLAN TUNNEL

LINES PLAN BARGELINES PLAN PATROL

Gambar diatas adalah beberapa contoh lines plan Tim Desain Kapal. Antara lain lines plan kapal ikan tradisional yang beroperasi di Lamongan (kiri atas), lines plan kapal dengan lambung tunnel hull untuk penelitian (kanan atas), lines plan untuk deck cargo barge / tongkang (kiri bawah). Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Tim Desain Kapal. Please feel free to contact us.

email: desain_kapal@yahoo.com

Posted in product | 2 Comments