Finite Element Method (FEM) Analysis

Finite Element Method (FEM) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Metode Elemen Hingga adalah salah satu metode yang digunakan untuk menganalisa suatu konstruksi. Metode ini sekarang banyak digunakan pada konstruksi kapal maupun bangunan pantai dan lepas pantai (offshore). Sebenarnya sangat luas cakupan bidang metode ini, tidak terbatas pada konstruksi baja (steel construction) tapi juga pada fluida.

Analisa struktur dengan menggunakan finite element method (fem) / metode elemen hingga memungkinkan untuk mendapatkan penyebaran tegangan pada konstruksi yang dianalisa. Kegagalan suatu konstruksi bisa diketahui dengan menggunakan analisa ini dan dengan tepat pada titik mana kegagalan tersebut ditunjukkan. Sehingga akan lebih mudah bagi perencana untuk melakukan modifikasi konstruksi maupun penguatan pada konstruksi yang diidentifikasi akan terjadi kerusakan / kegagalan konstruksi.

Untuk melakukan analisa dengan menggunakan finite elemen method / metode elemen hingga, sudah banyak software yang diciptakan untuk mempermudah analisa. Beberapa diantaranya MSC Nastran, Ansys, Algor, Solidwork dll. Secara garis besar software-software tersebut memiliki sistem kerja dan tahapan yang sama dalam melakukan analisanya. Diawali dengan pembuatan model, dilanjutkan dengan meshing, penentuan kondisi batas dan pembebanan dan dianalisa.

FINITE ELEMENT METHOD 1FINITE ELEMENT METHOD 2FINITE ELEMENT METHOD 4FINITE ELEMENT METHOD 3

Gambar diatas adalah beberapa konstruksi yang pernah kami analisa dengan menggunakan finite element methode (fem). Konstruksi tersebut adalah konstruksi yang umum ada di kapal, hasil analisa midship section dan hasil analisa pilar. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Tim Desain Kapal. Please feel free to contact us.

email: desain_kapal@yahoo.com

One Comment Add yours

  1. Herman says:

    selamat sore, sy herman, mau bertanya untuk finite element analisys pada kapal, untuk menganalisis kekuatan transversal kapal dengan ukuran LOA 21.35, B 4m, T 2m H 2.25m saya mengunakan software Catia, pertanyaan sy bagian yg dijadikan sebagai boundary (fix) pada kontruksi seperti seperti apa dan posissi nya? sy sudah meyatukan semua part dalam proses assambly menjadi satu kesatuan dan setiap part nya telah saya hubungan element contac nya, mencoba mebuat boundary (fix) di kedua jung frame, kedua ujung long, sekat dll, dan apakah cara sy sudah benar? dan saya hanya memberikan pembebebanan berupa pressure (rules BKI) pada lambung yang tercelup air. tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s